Classic Clock

Selasa, 19 Januari 2016

BELAJAR TENTANG ASUPAN NUTRISI BALITA

Perpustakaan Keluarga : Helmut Todo Tua Simamora dan dr. Olga Y.V Hutapea.


Berikut merupakan kutipan ilmiah kesehatan balita yang bermanfaat sehingga disusun dan digunakan sebagai referensi pribadi.


Semua nutrisi bayi harus diberikan dalam kadar yang seimbang. Sumber masalah kesehatan anak-anak adalah jika asupan tidak seimbang, terutama jika hanya beberapa jenis zat gizi yang dikonsumsi bayi. Kecukupan gizi tentu akan mendukung pertumbuhan anak secara optimal.

Asupan makanan yang bergizi amat penting untuk si kecil agar bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Karena itu pastikan bahwa menu yang disajikan bagi si kecil memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Di usia ini anak memasuki usia pra sekolah dan mempunyai risiko besar terkena gizi kurang. Pada usia ini anak tumbuh dan berkembang dengan cepat sehingga membutuhkan zat gizi yang lebih banyak, sementara mereka mengalami penurunan nafsu makan dan daya tahan tubuhnya masih rentan sehingga lebih mudah terkena infeksi dibandingkan anak dengan usia lebih tua. Zat gizi yang mereka perlukan adalah Karbohidrat berfungsi sebagai penghasil energi bagi tubuh dan menunjang aktivitas anak yang mulai aktif bergerak. Mereka biasanya membutuhkan sebesar 1300 kkal per hari. Protein berfungsi untuk membangun dan memperbaiki sel tubuh dan menghasilkan energy. Mereka membutuhkan protein sebesar 35 gram per hari Mineral dan vitamin yang penting pada makanan anak adalah iodium, kalsium, zinc, asam folat, asam folat, zat besi, vitamin A,B,C,D,E, dan K. Mineral dan vitamin ini berperan dalam perkembangan motorik, pertumbuhan, dan kecerdasan anak serta menjaga kondisi tubuh anak agar tetap sehat. Sementara pertumbuhan fisik tubuh sedikit melambat, karenanya anak perlu makan makanan yang memberikan asupan gizi yang mendukung pertumbuhan otaknya.

Berikut ini adalah nutrisi yang penting bagi pertumbuhan bayi dan anak :

Nutrisi Kebutuhan/Hari Setara  dengan….
Vit A 400 ug Wortel  (50 gram)
Vit D 200 IU Susu  (470 ml atau 2 cangkir)
Vit K 15 ug 2  tangkai   asparagus (20 gram)
Vit B1 (Thiamin) 0,5 mg Kentang  rebus (150 gram)
Vit B2 (Riboflavi) 0,5 mg Telur  rebus (55 gram)
Vit B3 (Niacin) 6 mg Dada   ayam (50 gram)
Vit B6 (piridoksin) 0,5 ug Fillet  salmon (90 gram)
Vit B12 0,9 ug 1  butir  telur  rebus
Asam Folat 150 ug 3  kuntum  brokoli (35 gram)
Kalsium 500 mg Susu (290 ml)
Magnesium 60 mg 1  mangkuk  buah  labu (245 gram)
Zat Besi 8 mg Daging  sapi (170 gram)
Zinc 7 mg Kacang  tanah (100 gram)
Selenium 17 ug Tuna (20 gram)
Natrium 0,8 g Garam   (1/2 sendok teh)

Protein adalah asam amino esensial yang terdapat pada hewan atau tumbuhan. Protein yang berasal dari hewan, seperti daging disebut protein hewani, sedangkan protein yang terdapat pada tumbuhan disebut protein nabati. Perlu diperhatikan oleh orang tua, protein hewani lebih signifikan dari pada protein nabati karena kadar proteinnya yang lebih besar dan mudah diserap oleh tubuh. Namun protein nabati tidak perlu dihindari karena diperlukan untuk asupan gizi yang seimbang. Terdapat tiga fungsi protein yang perlu orang tua ketahui, pertama protein dapat menghasilkan jaringan yang baru, terbentuk pada masa pertumbuhan. Dalam hal ini anak memerlukan asupan protein yang tinggi. Kedua, protein dapat menggantikan zat protein yang hilang selama berlangsungnya proses pembentukan metabolisme pada anak. Ketiga, protein dapat menjadi sumber energi dan dapat membantu tubuh menghasilkan enzim dan hormon khusus yang penting bagi pertumbuhan.

Karbohidrat merupakan sumber energi bagi anak. Pada bayi, Kebutuhan nutrisi akan karbohidrat ditunjang sepenuhnya oleh ASI. Dari ASI bayi atau anak akan mendapatkan karbohidrat berupa kalori dan laktosa. Pada anak yang sudah melewati masa balita, kebutuhan akan karbohidrat ditunjang dari beberapa makanan seperti sereal, bubur, atau nasi. Fakta menarik tentang tubuh, terkait dengan nutrisi karbohidrat adalah, jika tubuh kekurangan karbohidrat, tubuh akan mengambil energy dari protein dan lemak cadangan dari tubuh.

Vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh terbagi menjadi dua, yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin yang tidak disimpan tubuh tetapi vitamin yang didapat setelah kita mengkonsumsi makanan tertentu. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin C dan B. Vitamin C penting untuk kesehatan kulit, gigi, dan mulut. Sedangkan vitamin B1 dan B2 berfungsi untuk metabolisme dan pembentukan energi. Sedangkan vitamin B12 berguna untuk mencegah tubuh dari penyakit anemia. Sedangkan vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E, dan K. Vitamin A berfungsi sebagai penunjang fungsi penglihatan, pertumbuhan, dan reproduksi. Vitamin D berfungsi untuk pertumbuhan gigi dan tulang. Vitamin D juga berfungsi menyerap fosfor dan kalsium. Vitamin E berfungsi menjaga kesehatan seluruh jaringan dalam tubuh termasuk mata, kulit, dan juga hati. Sedangkan vitamin K berperan penting dalam peredaran darah dan dapat membantu proses penutupan luka.


Mineral adalah zat yang berfungsi untuk mengendalikan cairan dalam tubuh. Cairan didalam tubuh terdapat dalam jaringan gigi, tulang dan protein. Terdapat banyak enzim cair yang penting bagi tubuh, diantaranya: kalsium, yodium, magnesium, sodium, fosfor, natrium, klor, besi, dan masih banyak lagi. Menurut perhitungan enzim-enzim mineral ini terdapat 3% dari berat tubuh. Ini berarti cukup banyak dan bervariasi. Mineral berfungsi untuk memberikan kekutan pada jaringan gigi dan tulang.

Inilah keempat jenis nutrisi yang wajib diketahui oleh orang tua dan menyediakannya melalui asupan makanan bergizi untuk anak mereka. Makanan yang sehat dan alami merupakan sumber kebutuhan nutrisi bagi anak.



Karbohidrat

Guna: bahan baku menghasilkan energy yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas bayi.
Sumber: beras, beras merah, tepung maizena, tepung roti, macaroni, pasta, kentang, havermut.



Protein

Guna: bahan utama pembentukan berbagai struktur organ, terutama tulang dan oto, termasuk sel-sel saraf otak.
Sumber: susu dan hasil olahannya (keju, krim dan yoghurt), daging (ternak, unggas, ikan), telur, tahu, tempe dan kacang-kacangan (kacang kedelai, kacang hijau, kacang merah).



Lemak 

Guna: bahan utama sumber energy, dan dibutuhkan oleh beberapa jenis zat gizi, misalnya vitamil A, agar dapat diserap oleh tubuh.
Sumber: minayk sayur (terutama minyak jagung, minyak wijen, dan minyak bunga matahari), santan, mentega atau margarin.



Vitamin dan mineral

Guna: memperlancar berbagai proses metabolism di dalam tubuh, termasuk proses penghantaran perintah di antara sel-sel saraf.
Sumber: bayam daun kangkung, brokoli, labu kuning, buncis muda, jagung, jamur merang,, kacang kapri, wortel, pisang, jeruk, tomat, papaya, semangka, alpukat, melon, pir, dan apel.



Air

Guna: memuaskan rasa haus bayi dan membantu melancarkan kerja pencernaan bayi.
Sumber: ASI/PASI, air putih matang, sari buah segar dan makanan berkuah.






Kandungan zat yang baik bagi tubuh seperti fosfor, zinc, vitamin A, D, B12, B2, asam amino, dan asam pantotenat.


Kebutuhan protein per hari (per kg BB)

Usia
Berat badan (kg)
Tinggi badan (cm)
Protein (gr)
0-6   bulan
6
60
10
7-12 bulan
8,5
71
18
1-3   tahun
12
90
25
4-5   tahun
18
110
39
Kecukupan gizi yang dianjurkan (menurut data Departemen kesehatan RI,1968). Dalam daftar tersebut tersebut kebutuhan akan vitamin D tidak dicantumkan, akan tetapi Nelson (1969) mengemukakan angka 400 U.I untuk semua umur.
Gol Umur
Ca
Fe
Vit.A sebagai Karotin (mcg)
Tiamin
Riboflavin
Niasin
Vit.C
Vit D
(g)
(g)
(mg)
(mg)
(mg)
(mg)
U,I
Bayi
0,6
8
1200
0,4
0,5
6
25
-400
6-12 bln
Anak
0,5
8
1500
0,5
0,7
8
30
1-3 thn
0,5
10
1800
0,6
0,9
9
40
4-5 thn
0,5
10
2400
0,8
1
13
50

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar